Merdeka..untuk siapa???

hut-ke-64-ri1

Apa sih arti kata mereka itu???

apakah ketika aset milik kita dikuasai oleh pihak asing???

atau orang miskin di negara ini sulit mengenyam pendidikan

atau si miskin sulit pengobatan gratis??

atau para tikus berkerah semakin melenggang beraksi??

aku bertanya….

Iklan

Aku Dapat Award

holdingaward

Sebelum ku posting tulisan ini sempat ku bingung. apa artinya award – award di dalam nge-Blog. kok banyak temen2 yang pada entuk award. bingung aku..he2..yang tahu ngasih rahu aku yaw….biar gak kebawa bingung terus. hampir – hampir ku sempet males nulis postingan ini.

ya ..akhirnya ku posting juga….gak sibuk sih tapi muter2 terus ke jombang jadi jarang ngenet. malem ini sekitar jam 22.00 ku mulai posting tulisan ini. walau mungkin ada yang nganggep tulisan ini gak bermanfaat. tapi…semoga bisa jalin silaturahim diantara blogger – blogger yang lain.

Sebelumnta ku ucapin makasih banget kepada mbak DINDA...yang sekarang lagi di negeri orang ( jauh banget kayake, kalo pulang jajane mesti bnyak )he2…

Sory ya mbak..baru tak posting..gak pa2 kan???h2

ya.semoga saya bisa memotivasi saya biar lebih semangat dalam dunia blogger. okey….dan bisa nambah temen pastinya..

award-111

weblog-award1

Trus kuapain ya award ini…bingung aku…ya..karena ku orangnya suka berbagi maka award ini kuhadiahkan kepada temen2 blogger yang lain..moga juga bisa memotivasi kita semua…ni orang – orange ya kukasih award ( sepesial lhoooo…gak pakai telur ) : Baca lebih lanjut

Teruskan Perjuangan Pahlawan Kita

bungtomo

Sebenarnya terlambat seh nulis postingan ini. untuk sekedar corat coret blog mengingat kemaren hari pahlawan. jadi ya ingin nulis tentang hari pahlawan. d bojonegoro sulit banget sih cari warnet mana lagi lambat lmabat..he2.

kita tahu bahwa Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.
Saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya. Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu, adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.
Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.
Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?
Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk pada hari ini. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca lebih lanjut

Bingung mau nulis apa…

he2…….

bingung juga ni mau nulis apa. soalnya lama gak nulis neh..lama juga ndak buka blog. pengen sebenarnya setiap hari ngenet teruss, ngeblog terus…tapi ya waktu yang gak da. ya paling paling kalo ngenet chatingan bentar, buka kotareyog.com ( liat temen2 semua..he2 ) kangen seh lama gak jumpa. ada iephe, rosie, azaks, arifudin mas unting, dafyyyyyyyyyyyy, dll..

ya moga moga kotareyog.com yang sempat kuperjuangkan ( he2,,kayak hero aja ) bisa tetep exis dan bisa memberi kntribusi lagi. iya kan???

malam ni ku ngenet di Bojonegoro, wah sulit banget cari warnet disini. lambat lambat lagi..enakan di ponorogo..ya mungkin 2 minggunan ni ku harus menaklukkan kota bojonegoro..he2..dari kota sampai desa,,ya bis thu pulang deh..

BLOG ku………….sabar ya..kapan kapan ku penuhi lagi dengan polesan pikiranku pikiranku lagi…….n saling sapa menyapa lagi dengan temen2 semua…

MAAFIN SEMUA SALAH NURSAM YAAA…..

NUR SAMSUDIN MENGUCAPKAN

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

DAN SEMOGA KITA BISA JADI INSAN YANG BERTAQWA



Dikala Semangatku Hilang

aku ingin kembali mencarimu
aku ingin mengejarmu
dimanapun engkau singgah
aku akan merengkuhmu
aku akan meraihmu kembali
walau engkau semakin menjauh
aku akan tetap mencoba untuk menggapaimu
sekalipun kau sembunyi

mengumpat dalam gelapnya dunia
semangatku…ooohh…semangatku
jika kau mulai reot dan hampir rapuh
aku akan tetap mencoba untuk meraihmu lagi
oleh karena akupun yakin
dengan engkau aku bisa mencapai semuanya

segala yang aku harapkan
semangatku yg hilang…
saatnya kini kau kembali

menoleh ke depan untuk mengejar harapan

Harapan yang sempat Hilang dan penuh asa
serta keinginanku yg belum tercapai

namun pernah aku cita-citakan

Yaa,,Allah..Berilah Hambamu ini jalan yang terbaik untuk meraih Ridhomu

Indonesiaku???Perhatikan Pendidikan Orang Miskin Ya…

Ketika membuat judul di atas aku terinspirasi olehsebuah buku yang berjudul ”Orang miskin dilarang sekolah,” karya Eko Prasetyo. yang mana inti dari sebuah penulisan buku itu adalah tentang fenomena pendidikan di Indonesia. entah tingginya biaya pendidikan, kekerasan di sekolah maupun sistem pendidikan yang ada di indonesia. yang mana inti dari sebuah buku itu adalah Pendidikan kita masih diragukan kemampuannya untuk membuat orang pintar dan dengan demikian mampu melepaskan belenggu masyarakat dari kemiskinan. Di sisi lain, kaum miskin memang menjadi kaum ”terlarang” untuk memasuki kawasan pendidikan tinggi.
Siapa tak heran, wong sudah jelas disaksikan bagaimana angka kemiskinan dan rendahnya pendapatan yang diderita oleh sebagian besar masyarakat, nyatanya itu tak membuat pemerintah bergeming untuk menaikkan harga segala biaya masuk dan biaya perlengkapan pendidikan.
Lalu pendidikan itu akan diperuntukkan siapa? Apakah hanya kelas atas saja —yang jumlahnya sangat kecil, dan kelas bawah tetap dengan ketertindasannya? Tampak terang, kebijakan-kebijakan pendidikan yang direkayasa oleh pemodal dan penguasa ini menjadi cermin betapa buruknya negara ini mengelola pendidikan, betapa tidak warasnya para penguasa ini memperlakukan masyarakat miskin.

Dibawah ini ada sebuah percakapan sebuah cerita yang menceritakan betapa sulitnya orang miskin mengenyam pendidikan. jangankan pendidikan tinggi, SDpun susah. Baca lebih lanjut