KARSA…Mampukah memimpin Jatim kedepan???

ipul-karwo1

perhelatan pesta demokrasi masyarakat jatim telah usai dan kita tahu siapa yang menempati posisi teratas percaturan politik jatim sekarang. 11 November kemaren KARSA telah membuktikan bahwa beliau telah memenangi Pilgub jatim putaran kedua walau selisih sagat tipis. banyak yang tidak menyangka kalau KARSA bisa menempati posisi terats tersebut, diliat dari penghitungan cepat yang telah dilakukan oleh beberapa LSM telah membuktikan kalo KAJI menempati posisi teratas. ya….namanya politik semua bisa terjadi.

sekarang banyak tumpuan harapan dari masyarakat jatim terhadap sosok KARSA. apakah dia mampu memimpin dengan baik jatim kedepan???ya kita liat aja nanti…dengan sekian banyak tugas yang harus diseleseikan,,mulai dari pendidikan, lumpur lapindo yang belum bisa mengatasi, minyak bojonegoro yang harus segera ditangani dan banyak harapan yang lai,,,

BLOGGER mania semua..apa harapan kalian semua?????????????????????

Teruskan Perjuangan Pahlawan Kita

bungtomo

Sebenarnya terlambat seh nulis postingan ini. untuk sekedar corat coret blog mengingat kemaren hari pahlawan. jadi ya ingin nulis tentang hari pahlawan. d bojonegoro sulit banget sih cari warnet mana lagi lambat lmabat..he2.

kita tahu bahwa Bangsa kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.
Saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya. Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu, adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.
Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.
Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?
Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk pada hari ini. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca lebih lanjut

Indonesiaku???Perhatikan Pendidikan Orang Miskin Ya…

Ketika membuat judul di atas aku terinspirasi olehsebuah buku yang berjudul ”Orang miskin dilarang sekolah,” karya Eko Prasetyo. yang mana inti dari sebuah penulisan buku itu adalah tentang fenomena pendidikan di Indonesia. entah tingginya biaya pendidikan, kekerasan di sekolah maupun sistem pendidikan yang ada di indonesia. yang mana inti dari sebuah buku itu adalah Pendidikan kita masih diragukan kemampuannya untuk membuat orang pintar dan dengan demikian mampu melepaskan belenggu masyarakat dari kemiskinan. Di sisi lain, kaum miskin memang menjadi kaum ”terlarang” untuk memasuki kawasan pendidikan tinggi.
Siapa tak heran, wong sudah jelas disaksikan bagaimana angka kemiskinan dan rendahnya pendapatan yang diderita oleh sebagian besar masyarakat, nyatanya itu tak membuat pemerintah bergeming untuk menaikkan harga segala biaya masuk dan biaya perlengkapan pendidikan.
Lalu pendidikan itu akan diperuntukkan siapa? Apakah hanya kelas atas saja —yang jumlahnya sangat kecil, dan kelas bawah tetap dengan ketertindasannya? Tampak terang, kebijakan-kebijakan pendidikan yang direkayasa oleh pemodal dan penguasa ini menjadi cermin betapa buruknya negara ini mengelola pendidikan, betapa tidak warasnya para penguasa ini memperlakukan masyarakat miskin.

Dibawah ini ada sebuah percakapan sebuah cerita yang menceritakan betapa sulitnya orang miskin mengenyam pendidikan. jangankan pendidikan tinggi, SDpun susah. Baca lebih lanjut

OSPEK..Sistem yang perlu dirubah

Bulan ini mulai memasuki tahun ajaran baru bagi dunia perkampusan. Dan mungkin mulai bulan bulan kemaren sudah ada yang masuk kuliah seperti biasa. Tapi yang menjadi agenda tahunan dari kampus yang akan menjadi sasaran coret coretan saya. Kita ( mahasiswa ) pasti tidak asing lagi dengan apa yang namanya OSPEK. Atau mungkin dengan nama nama yang lain.

Seperti yang kita ketahui OSPEK atau apapun namanya kini, telah menjadi suatu tradisi yang melembaga sejak dahulu pada institusi pendidikan di Indonesia seperti SMA ( MOS ) dan Perguruan Tinggi terutama pada masa penerimaan pelajar/ mahasiswa baru.

Pada dasarnya kegiatan OSPEK memiliki tujuan mulia untuk mempersiapkan pelajar/ mahasiswa baru untuk memasuki lingkungan pendidikan yang baru dengan serangkaian acara ceramah, tugas-tugas aneh, tetek bengek atribut-atribut, segudang sanksi hukuman yang dipadatkan dalam beberapa hari.

Dan OSPEK biasanya juga sebagai ajang perekrutan / kaderisasi suatau badan kemahsiswaan yang ada di kampus itu sendiri. Yang mana menurut hemat saya biasaya orang ( peserta ospek ) yang berani unjuk gigi ( bicara, dll ) maka dia yang kemungkinan besar akan ditarik didalam sebuah badan Mahasiswa. Tetapi kegiatan ospek juga semakin mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak ( termasuk saya juga ). Pengalaman aku dulu Cuma ikut ospek 1 hari aja gak genap. Dihukum apa saja aku ndak mau akhirnya disuruh pulang ya pulanggg..he2…

Baca lebih lanjut

” YANG MUDA, YANG LUAR BIASA “

Hemmm..pengen posting poto lama , ketika buka file file lama ketemu foto ini. walaupun tidak terlalu bagus..he2..ni kapan ya??kalaou gak salah ketika acara di Pulung tahun kemarin.

ketika saat ini sedang menggaungkan sebuah kata – kata penyemangat bagiku dan juga bagi temen – temen semua. apa tho kata kata itu.

YANG MUDA,  YANG LUAR BIASA

cukup singkat ya kata kata itu. tapi menurut saya kata kata yang penuh dengan makna. ya..memang tidak dipungkiri kalo anak muda itu adalah luar biasa apabila bisa menggunakan seluruh potensi yang ada dengan baik.

memang pemuda itu mempunyai banyak potensi. biasanya badan kuat, pikiran juga masih kuat, jam terbang mungkin juga masih banyak. makanya ketika anak muda tidak bisa menggunakan potensi yang ada bisa bisa malah terjerumus dalam jurang kebinasaan.

saya teringat sebuah hadist yang pernah aku baca :

Hudzaifah.org – “Gunakanlah lima kesempatan sebelum datangnya yang lima

(uzur), yakni masa mudamu sebelum datang tuamu, masa sehatmu sebelum datang sakitmu, masa kayamu sebelum datang miskinmu, masa hidupmu sebelumdatang matimu, waktu luangmu sebelum datang kesibukanmu.” (Hadist dari
Ibnu Abbas RA Riwayat Al Hakim).

dan juga dibawah ini :

“Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungannya … (satu di antaranya ialah)pemuda yang sejak kecil selalu beribadah kepada Allah.” (HR. Syaikhani)

Sabda Rasulullah : “Perjuangan Aku didukung oleh pemuda, oleh sebab itu wasiat yang baik untuk mereka.”

kalo kita baca tulisan diatas seakan pemuda itu diletakkan posisinya dalam posisi yang teratas. kalo kita mau berfikir memang iya..kalo peran pemuda itu sangat besar. kita liat saja kemerdekaan bangsa Indonesia terlahir juga karena peran  dari kaum muda tanpa mengesampingkan peran kaum tua. tetapi peran pemuda mungkin lebih dominan. Baca lebih lanjut