Indonesiaku???Perhatikan Pendidikan Orang Miskin Ya…

Ketika membuat judul di atas aku terinspirasi olehsebuah buku yang berjudul ”Orang miskin dilarang sekolah,” karya Eko Prasetyo. yang mana inti dari sebuah penulisan buku itu adalah tentang fenomena pendidikan di Indonesia. entah tingginya biaya pendidikan, kekerasan di sekolah maupun sistem pendidikan yang ada di indonesia. yang mana inti dari sebuah buku itu adalah Pendidikan kita masih diragukan kemampuannya untuk membuat orang pintar dan dengan demikian mampu melepaskan belenggu masyarakat dari kemiskinan. Di sisi lain, kaum miskin memang menjadi kaum ”terlarang” untuk memasuki kawasan pendidikan tinggi.
Siapa tak heran, wong sudah jelas disaksikan bagaimana angka kemiskinan dan rendahnya pendapatan yang diderita oleh sebagian besar masyarakat, nyatanya itu tak membuat pemerintah bergeming untuk menaikkan harga segala biaya masuk dan biaya perlengkapan pendidikan.
Lalu pendidikan itu akan diperuntukkan siapa? Apakah hanya kelas atas saja —yang jumlahnya sangat kecil, dan kelas bawah tetap dengan ketertindasannya? Tampak terang, kebijakan-kebijakan pendidikan yang direkayasa oleh pemodal dan penguasa ini menjadi cermin betapa buruknya negara ini mengelola pendidikan, betapa tidak warasnya para penguasa ini memperlakukan masyarakat miskin.

Dibawah ini ada sebuah percakapan sebuah cerita yang menceritakan betapa sulitnya orang miskin mengenyam pendidikan. jangankan pendidikan tinggi, SDpun susah.

SANTO tepekur. Kepalanya tertunduk. Entah apa pula yang ada di benaknya. Daftar nama siswa baru yang tertera dalam pengumuman di depannya, seperti mengabur. Seharusnya, ya seharusnya dia tertawa gembira saat membaca namanya ada dalam pengumuman penerimaan siswa baru (PSB) di SMU Negeri terfavorit di daerahnya. Tetapi tidak seperti teman-temannya yang lain, ia malah tak bergairah. Ada bayangan yang menghantui dalam pikirannya. Dan, itu sangat mengerikan…
“Santo harus sekolah, Abah. Harus!” kata Santo menyakinkan Abah setelah ia menerima STTB dan Danem dari SLTP tempatnya sekolah. “Santo tak ingin menjadi penarik becak seperti Abah. Santo harus jadi pegawai negeri!”
“Tapi…”
“Abah jangan takut. Orang miskin juga harus sekolah, harus pintar. Biar jangan terus-terusan miskin. Santo harus jadi orang, biar bisa membantu Mak dan Abah…” Santo berkata lagi.
“Tapi…”
“Kalau Abah enggak bisa membiayai sekolah Santo, Santo akan kerja. Kerja apa saja untuk biaya sekolah!”
“Biaya sekolah mahal, Santo…” Abah berujar.
“Kalau ada uang, berapa pun bisa kita bayar.”
“Tapi, kita tak punya uang. Abah sering sakit-sakitan. Becak nggak boleh masuk ke keramaian. Ojek sudah masuk ke gang gang kampong,” Abah menambahkan.
Ah! Santo mendesis. Persaingan sudah begitu mengancam siapa pun. “Santo harus melawan persaingan tak boleh ada yang menjadi korban,” kata Santo kemudian.
“Tapi, kita tak punya keahlian,” imbuh Abah.
“Itulah Abah, Santo mesti punya keahlian. Santo harus melanjutkan sekolah.”
“Tapi…”

Itu adalah potongan sebuah cerpen karya Setiawan ZS. yang begitu menginspirasi kita tentang sulitnya orang miskin mengakses pendidikan di negeri ini. memang saya rasa sebuah kebenaran kalau orang miskin seakan tereliminasi dari dunia pendidikan dan terdeskreminasi. iya memang ada jalan tersendiri apabila orang miskin itu pintar, masih bisa cari beasiswa, tapi orang miskin yang bodoh???mungkin ini sudah ironis.

Kemiskinan memang bukan salah satu hal yang menghambat orang untuk mengakses pendidikan, tetapai seiring tahun pasti biaya pendidikan semakin melambung. kalo kita pernah baca buku ” orang miskin dilarang sekolah ” dimana ada seorang anak yang tidak mampu membayar buku atau iuran sekolah mencoba untuk bunuh diri , mungkin merasa malu sama teman – temannya. tapi mungkin pemerintah kalau melihat hal ini akan tetap diam.

Undang-Undang Dasar yang mengamanatkan Anggaran Pendidikan 20%, sepertinya hanya tertulis saja dan tidak ada niat pemerintah untuk melaksanakannya, coba kita bandingkan belanja pendidikan dibandingkan belanja pejabat besar mana? Secara nilai memang besar Belanja Pendidikan, tetapi kalau kita hitung jumlah yang harus dibiayai, perbandingannya sangat-sangat jauh. dan kalau kita melihat pendidikan itu adalah hal yang sangat penting demikemajuan sebuah negara. ia kan??

kalo kita melihat mungkin sekarang Pendidikansudah mulai murah, tetapi semua itu belum merata. ada sekolah yang bertingkat dengan seabrek fasilitas tetapi di sisi lain ada sekolah yang sudah mulai ambruk tetapi masih digunakan sebagai kegiatan belajar mengajar. trus??????????????dimana tanggung jawab pemerintah???

TRus Orang miski di ranah perguruan tinggi bagaimana??

Sudah dipahami masyarakat dan menjadi keprihatinan teramat luas, betapa timpangnya pendidikan kita menyerap anak didiknya. Dalam berbagai PTN, terdapat berbagai kelas khusus, dari yang super-eksekutif untuk very-very important person (VVIP), yang eksekutif untuk very important person (VIP), kelas istimewa, kelas spesial sampai kelas anak jelata.
Pendidikan ternyata tidak mengajarkan bagaimana jurang stratifikasi sosial itu dihentikan dan setiap murid mendapatkan perlakuan yang sama dan wajar. Pendidikan justru jelas-jelas mengajarkan bagaimana diskriminasi dilakukan. Jika tak punya uang, maka benarlah dikatakan bahwa orang miskin terlarang memasuki bangku kuliah.

Ibarat sudah jatuh, masyarakat miskin yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, akhirnya tertimpa tangga pula. Tertutup ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuannya di dalam universitas-universitas berkualitas. Orientasi mereka sudah digeser untuk sekedar mencari uang dan uang, kualifikasi akademis sudah dipinggirkan jauh-jauh.
Dan orang miskin memang benar-benar terlarang bersekolah!

Tetapi kita harus tetap ingat iklannya Rano Karno..AYO SEKOLAH…

Jangan biarkan anak bangsa kita mengais rejeki di jalanan, tidur di kolong kolong jembatan, yang diatsnya dilewati mobil mobil plat merah pegawai dinas pendidikan yang seakan buta akan fenomena itu….

Indonesiaku???????mereka juga butuh pendidikan yang layak…………

34 Tanggapan

  1. mungkin pendidikan hanya untuk orang kaya saja..😀

  2. –kunjungan balik–
    bukan hanya masalah pendidikan saja yang harus dialami oleh warga miskin tapi orang miskin juga dilarang sakit. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan.
    Terima kasih sudah mampir ke gubukQ…

    sip..di buku ” orang miskin dilarang sekolah ‘ juga ada . orang miskin dilarang sakit…he2..pengobatan sekarang kan juga mahal kan??

  3. nich udah seharusnya pemerintah yang menyikapi

    sip..pemerintah harus mengambil kebijakan yang memihak kepada rakyat miskin

  4. entah… pendidikan memang mahal karena telah menjadi industri. kita lihat bagaimana swastanisasi yang merambah hingga ke perguruan2 tinggi negeri. tapi bukan berarti kita tak mampu lakukan apa2 untuk pengetahuan. pengetahuan harus gratis, pengetahuan harus dibagi. agar bangsa indonesia jadi bangsa yang kompetitif insannya satu sama lain maupun dengan manusia2 dari negara lain. dan tak selamanya pengetahuan harus hidup hanya di kalangan akademisi pendidikan🙂

    iya mas …pendidikan memang sebagai alat untuk memajukan sebuah bangsa..makanya pemerintah harusbenar benar memperhatikan pendidikan kita

  5. apalagi sekerang industri mau mengakusisi dunia pendidikan… haaaaaaa yooo? gimana lagi?

  6. pengen pintar kok mahal…

    he2..iya mahal sekalipendidikan kita..apakah hanya orang kaya saja yang boleh mengenyam pendidikan sedangkan yang miskin dideskriminasi

  7. gmana mo maju??klo cranya sprti ini??hikz..hikz…

    iya iya..gmana pemerintah kita ya…

  8. untuk itu, bagi yg tidak bisa sekolah. jangan hanya menerima nasip. berjuang bukan hanya dari sekolah. walau saya menyesalkan tindakan ketidak adilan ini.
    “anak miskin dan terlantar dipelihara oleh negara”
    nyatanya tidak ada. malah di tindas malahan.
    jadi untuk hidup sukses bukan hanya dari sekolah
    banyak cara.

    iya mas..betul semua tergantung pada diri masing – masing…tetapi sikap negara yang seperti itu yang kita sesalkan..seakan akan orang miskin itu adalah dimiskinkan..tidak diberi ruang untuk belajar yang lebih tinggi,,walaupun sudah ada beasiswa untuk anak miskin..tetapi kan tidak merata…
    yang penting bagi mereka yang tidak bisa sekolah tetapberjuang teruss….

  9. ada gerakan 1000 buku yang diselenggarakan oleh komunitas blogger yogyakarta dan sekitar (cahandong), daripada berdiam diri apa gak lebih baik kita ikut bertisipasi untuk memberikan sumbangan buku kepada mereka-mereka yang masih belum mampu?

    kapan itu pak..setuju aku pak..kalo kita ikut nyumbangkan buku untuk mereka yang kurang mampu

  10. sudah ada seeh dana pemerintah untuk ituh seperti bos misalnya,tp masalhnya ya oknum ituh tadi tidak menyampaikan kpd yg berhak…

    tapi semo9a biayta pendidikan tidak terlalu tinggi jd pro9ram pemerintahpun ttg pendidikan bisa sejalan..jgn hanya memberi program tp tak memfasilitasi..

  11. Hm,, memang Indonesia ini kurang menghargai orang pinter😦

  12. kata pasal 33 UUD 45, :
    “Fakir miskin dan ank-anak telantar dipelihara oleh negara agar tidak punah “

  13. uang hasil korupsi yg disita negara
    seharusnya dialokasikan utk pendidikan bg org miskin

    tindak keras KKN..kembalikan uang rakyat..he2..kayak demo aja…

  14. Setuju ma bang Satya, harus tetep berusaha, lebih bagus lagi kalau dari hasil perjuangannya sendiri sehingga dapat membiayai sekolah/kuliahnya.

    sip..kita juga harus berani berusaha sendiri..n mau merubah hidup kita sendiri

  15. met ml ajah…. maksute met mlam…

    o..injih mas unting..malam juga

  16. kapan ya Indonesia membebaskan biaya pendidikan sampai tingkat sma??
    humm..yang 20% aja bukan mensejahtearakan anak didik, tapi justru mensejahterakan yang katanya “mendidik”, he..

  17. wah, fotonya keren. diambil dimana? nature banget. Sebuah sisi lain dari sebuah potret bagian bangsa ini.

    maaf..fotonya bukan hasil jebretan sendiri..tapi cari di google…

  18. wahai pemimpin negeri ini, dengarlah suara putramu ini….

    yuk mas, saran mas gajah pesing itu ok juga….😀

    iya..suruh dengerin suara suara kita kita ini ya

  19. hmmm… emang harus diperhatiin mas… semuanya.. ya pendidikan, ya kesejahtraan….

    masih banyak pr yang harus diselesaikan…
    moga indonesia semakin baik

    bener..bukan pendidikan saja…tapi semua aspek yang ada di negeri ini harus diperhatikan betul – betul terutama pendidikan

  20. Terlalu banyak yg harus di perhatikan oleh Indonesia…
    Kasian orang2 miskin itu… HUH!!. Kapan yah akan ada perubahan itu??. Nunggu ganti presiden??. Sebenarnya siapa yg harus bertanggung jawab??. Doh, jd emosi.. Sabar..sabar..puasa.. hehehe..

    kpaan ya???saya juga gak tahu kapan akan berubah yang pastinya ketika para pemerintah punya niat n punya action pasti berubah…

  21. mungkin ada cara jitu yang bisa mengurangi masalah pendidikan itu , di indonesia bisa aja sekolah gratis, dan pengobatan gratis, cara praktis nya dengan memotong gaji pejabat2 dan Dewan, termasuk presiden dan mentri

    misal yang tadinya 28 juta jadi 10 juta, yang 62 juta jadi 20 juta yang 8 juta jadi 5 juta, kurang lebihnya begitulah

    dengan begitu dana akan terkumpul milyaran rupiah tiap bulannya kalo semua pejabat yang gaji nya ber puluh2 juta. di kurangi..

    dalam waktu 20 thn ke depan indonesia akan menjadi The real Indonesia (adil makmur dan sejahtera yang merata)

    gitu kali yah…

  22. Setuju. Mereka patut untuk dibantu.

  23. kalau pemerintah nggak sanggup memerhatikan pendidikan untuk orang-orang miskin, maka kita sajalah yang ambil alih urusan mereka. kalau harus menunggu inisiatif pemerintah, pasti butuh waktu lama. yuk, kita ambil tanggung jawab itu dan mulai melakukan sesuatu untuk pendidikan bagi orang miiskin…

  24. kita perbanyak orang amanah dan profesional (pake dan lho, ngga bisa cuma salah satu), untuk mengelola negri ini

  25. Itulah Indonesia!………….

  26. kabarnya pemerintah juga telah mengeluarkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)…namun ntah kenapa penyaluran dana tersebut masih belom terasa kepada masyarakat yg membutuhkannya

  27. penerapan UUD ’45 yg notabene adalah pendidikan untuk seluruh anak bangsa dan sekarang mulai dipertanyakan, atau sudah tidak relevan? salaam

  28. tapi saya tetep cinta indonesia..
    I love indonesia…..

  29. jangan berharap kepada pemerintah yg terlalu banyak yang harus diurus, lebih baik kita berbuat sesuatu yang mendukung program tersebut

  30. oh…………………… indonesiaku yang malang😦

  31. anak anak itu adalah penerus Indonesia di masa yang akan datang, marii kita perhatikan bersama-sama !!

  32. foto diatas kayak rumah saya di kampung mass !!
    jadi pengen buru2 MUDIK

  33. dana 20 % untuk sektor pendidikan dari APBN, sebenarnya bisa untuk mereka yang bersekolah dengan biaya negara. Belum dari APBD ..itu kalau konsisten benar benar dialokasikan.
    * Membayangkan dana talangan BLBI sampai 600 trilyuun yang buat konglomerat dan hampir bermasalah, itu bisa membuat 1000 sekolahan sekaligus gratis kuliah

  34. penelitian yang mas pilih sama dengan peneliian yang saya pilih…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: